Mobile & Wireless is an Independent Blog Concerning Various Information, My Thoughts, Ideas, and Sometime Critics on ICT, Internet, Mobile, Wireless, and Data Communication Technology

Risiko

  • Posted: Monday, September 26, 2005
  • |
  • Author: pradhana
  • |
  • Filed under: My Column

Dahulu, ketika perusahaan belum menggunakan komputer, mesin tik menjadi handalan, baik untuk membuat penawaran, invoice maupun menyiapkan berbagai laporan, termasuk laporan keuangan misalnya. Karena tak ada yang lebih cepat dan lebih mudah dari itu, maka mesin tik menjadi tumpuan utama, dan tidak sedikitpun ada masalah, misalnya karena laporan yang terlambat karena datanya masih terpisah-pisah di masing-masing bagian, belum direkap.

Para karyawan, khususnya bagian keuangan akan sangat sibuk menjelang akhir bulan untuk menyiapkan berbagai laporan keuangan. Kalau perlu selama satu minggu di setiap akhir bulan itu mereka melakukannya dengan penuh dan, bahkan, sampai harus lembur. Pokoknya, minggu akhir bulan menjadi suatu saat yang “menyebalkan dan sekaligus membosankan”. Belum lagi kalau ada hasil hitungan yang tidak klop, meskipun telah diulang-ulang beberapa kali.

Kini, setelah semakin banyak, kalau tak boleh dibilang semuanya, menggunakan komputer, tuntutan terhadap pekerjaan pun sebenarnya tak juga surut. Meski banyak hal yang semakin dimudahkan, tetapi tak kurang banyak juga yang masalah atau risiko yang dihadapi, yang boleh jadi semakin berat.

Misalnya saja, dulu, kalau berbicara virus, kaitannya dengan penyakit manusia, tetapi sekarang bertambah dengan “penyakit” komputer. Virusnya jelas berbeda, tapi dampaknya bisa jadi lebih parah. Kalau virus manusia mungkin menyerang satu dua orang di kantor, tetapi virus komputer bahkan dapat menyerang semua komputer jaringan di suatu perusahaan dan bahkan di banyak tempat di suatu Negara atau, bahkan, di dunia yang “berjangkit” secara sangat cepat. Ingat kasus serangan virus “I love you” beberapa tahun lalu yang menyerang jutaan komputer di dunia dalam waktu sangat singkat.

Serangan virus, yang seringkali dating bertubi-tubi, itu baru satu masalah yang dihadapi era komputer saat ini. Serangan hacker atau cracker terhadap server jaringan atau situs web merupakan bentuk lain dari masalah yang tidak bisa dianggap enteng.

Di sisi lain, memang benar komputer mampu mempercepat kerja yang dahulu dilakukan dengan mesin tik. Tetapi, kecepatan data dan informasi yang berhasil diproduksi dan dikomunikasikan secara cepat dan dalam jumlah besar, juga dapat menimbulkan masalah yang tak kalah serius. Tak jarang, suatu perusahaan menghadapi masalah sulit karena data yang dihimpunnya ternyata telah menggunung, yang tak mudah untuk menyeleksi sehingga dapat digunakan secara tepat dan akurat.

Sedikit data dan informasi berdampak sulitnya membangun kebijakan perusahaan yang handal, yang berdasar pada akurasi, jumlah dan kecepatan data. Tetapi, sebaliknya, kebanyakan data dan informasi, juga tak jarang menyebabkan kesulitan dalam memilah dan mendahulukan mana yang seharusnya lebih didahulukan.

Perusahaan-perusahaan keuangan misalnya, yang berhubungan dengan banyak nasabah dan mencari banyak informasi nasabah, tak jarang juga mengalami kesulitan untuk menjaga validitas, kebersihan atau kesehatan datanya. Seringkali, karena sistem yang lebih interaktif, data satu orang nasabah bisa masuk atau dihimpun dengan berbagai konteks, yang masing-masing memiliki keterkaitan yang berbeda dan dengan atribut berbeda pula.

Nasabah bank, misalnya, yang merupakan direktur di salah satu perusahaan, namun juga direktur di beberapa perusahaan lainnya, bisa jadi menjadi masalah bagi suatu bank. Ini terutama terjadi jika bank tersebut tak menjaga kesehatan data nasabahnya. Karenanya, sangat mungkin, satu nasabah yang sebenarnya bermasalah, karena menghadapi kredit macet misalnya, namun karena data yang muncul terkait dengan konteks yang lain, yang didukung data dan informasi yang “dianggap” bersih, muncul sebagai nasabah yang manis dan baik.

Di sisi lain, keunggulan data dan informasi digital mudah digandakan, pada saat yang sama juga dapat menimbulkan kesulitan, karena seringkali Anda tak tahu bahwa data dan informasi yang menjadi tanggungjawab Anda telah juga digandakan oleh orang lain. Karena, betapapun data digital Anda telah dicuri atau digandakan orang lain, namun data Anda “tak hilang”. Berbeda kalau data Anda ada di arsip kertas, yang kalau diambil akan “hilang”.

Jika demikian kejadiannya, apakah komputerisasi membuat pekerjaan Anda menjadi lebih mudah? Boleh jadi risikonya malah jauh lebih berat!

0 people have left comments

Commentors on this Post-